[Tema 3] Mengenangmu

Angin sepoi berhembus masuk melalui jendela kamarku yang terbuka. Jariku perlahan membuka album foto yang sudah lama berada dalam laci meja belajarku. Terlihat dua remaja sedang tersenyum lebar, memamerkan gigi-gigi mereka. Mereka masih memakai seragam Sekolah Menengah Atas, di belakang mereka tampak siluet merah pertanda senja. Yah, itu aku dan Akbar saat masih SMA.

Aku masih ingat, kala itu aku dan Akbar sering pergi ke lapangan setelah pulang sekolah. Tak ada kegiatan istimewa disana, hanya mengobrol dan menghabiskan waktu, sembari melihat matahari terbenam. Kami selalu bersama. Rumah kami dekat, dan kebetulan kami bersekolah di tempat yang sama. Saking akrabnya aku dengan Akbar, banyak yang mengira kalau kami pacaran.

Lembut angin menerpa wajahku melalui jendela yang kubiarkan terbuka.

Kaerimichi oshiete kureta
Hajimete kiku uta ga ima mo
Kono machi de nagareru tabi ni
Natsukashiku narunda dakedo
Chikai atta yume tadoru youni
Atashi mo ganbatte iru yo

Lagu YUI, My Friend, mengalun dari music playerku, mengingatkanku padamu lagi. Lagu ini, lagu yang pernah kau ajarkan padaku, saat dalam perjalanan pulang. Aku yang waktu itu masih dalam tahap belajar bermain gitar, senang bukan kepalang.

Mengetahui lagu itu habis, aku putar kembali music playerku. Akbar, bagaimana kabarmu? Apakah kau masih ingat lagu ini? Lagu yang kau ajarkan padaku. Setiap lagu ini mengalun, aku rasa aku selalu merindukanmu.

Aku sedih saat dulu kita memutuskan untuk mengambil jalan yang berbeda di universitas. Begitupun dengan kota yang kita tuju. Aku masih ingat percakapan dalam bus saat itu.

“Risa, kamu nanti mau ambil jurusan apa di universitas?” tanya Akbar ingin tahu.

“Hm, aku rasa mau ambil seni rupa,” jawabku. “Kalau kamu?”

“Aku mau ambil arsitek di universitas di ibukota,” jawabnya lirih.

“Jadi kita nanti nggak bareng dong?”

Akbar tak menjawab, kemudian ia menatapku. “Ayo kita berusaha keras untuk menggapai mimpi kita. Berjanjilah kau akan mewujudkan mimpimu itu. Akupun akan berusaha,” ujarnya dengan mantap dan penuh senyum. Aku mengangguk mengiyakan.

Di sinilah aku sekarang, kamar penuh kanvas dan cat, berusaha meraih mimpi dan menepati janjiku pada sahabatku, Akbar.

Ditulis oleh Arum untuk #YUI17Melodies. Tulisan asli dapat dilihat disini

Advertisements

About yui17melodies

Blog ini dibuat dalam rangka proyek menulis #YUI17Melodies yang akan diselenggrakan selama 17 hari dengan menggunakan 17 lagu YUI yang berbeda setiap hari. Follow us : @YUI17Melodies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s