[Tema 4] Atas Nama Cinta

Hampir dua jam aku menatap kosong linimasa Twitter-ku. Isinya hampir sama, cibiran dan ejekan terhadap juara dunia bulungtangkis tunggal putra yang baru saja terjerat kasus doping. Aku, sang juara bulutangkis itu, masih tidak percaya atas apa yang telah terjadi hari ini. Masih jelas dibenakku ketika aku dinyatakan positif doping, dan kemenanganku atas pemain China tadi pagi didiskualifikasi.

Hampir semua orang membicarakan diriku. Begitu pula media-media yang menjadikan kasusku sebagai headline hari ini. Mungkin itu wajar karena berita tentangku ini dapat meningkatkan pendapatan mereka. Namun yang jadi permasalahan adalah aku belum pernah berbicara sepatah katapun dihadapan mereka tentang hal ini. Aku pun belum pernah memberikan klarifikasi apapun. Tapi mereka dengan mudahnya menghukum aku, seakan aku benar-benar seorang pesakitan.

Yg sabar yaa kaka, tetep semangat buat jd yg terbaik lagi, jgn dengarin apa kata mereka yg ga ingin kaka sukses ^_^

Aku tersenyum melihat salah satu komentar dari follower-ku. Memang benar, aku tidak boleh terpegaruh atas hal-hal negatif yang mereka bicarakan tentangku. Toh sampai kapanpun mereka akan tetap mengkritik diriku tanpa pernah melihat usaha yang telah aku lakukan. Aku berhasil meraih emas olimpiade tahun lalu, dan dengan hal itu aku bisa mengharumkan nama Indonesia. Apakah mereka bisa sepertiku? Apa yang telah mereka lakukan untuk mengharumkan nama bangsa ini?

Ibarat kata, Butuh waktu lebih lama untuk menulis daripada membaca sebuah surat. Telah bertahun-tahun aku berlatih hingga bisa menjadi juara seperti ini. Lantas apa hanya karena satu kesalahanku hari ini mereka dengan mudahnya melupakan usaha kerasku? Tidak, sangat tidak adil. Mereka menghukumku tanpa mengetahui alasan yang sebenarnya,bahkan akupun tak pernah berniat melakukan hal itu. Namun mereka terlanjur melabeli masalahku dengan harga yang sangat mahal.

Kurebahkan diriku di atas kasur. Sejenak aku kembali teringat kejadian tadi pagi sebelum aku bertanding. Aku meminum obat flu karena badanku terasa panas. Jika aku tidak meminumnya maka aku tidak akan bisa bertanding, sehingga aku akan dinyatakan kalah WO. Demi nama Indonesia akhirnya kuputuskan untuk tetap bertanding. Aku tidak pernah tahu kalau ternyata obat itu mengandung zat terlarang.

Aku menghela nafas. Kucoba untuk melupakan semua itu. Aku memutuskan untuk tetap melangkah kedepan, dan kembali megharumkan nama Indonesia. Semua kulakukan karena cintaku pada olahraga ini, dan karena cintaku pada bangsa Indonesia. Rasa cintalah yang menjadi alasanku untuk maju, untuk melangkah menjadi lebih baik.

Love is the reason of everythingLove is All.

Ditulis oleh Ganjar Maulana untuk #YUI17Melodies. Tulisan asli dapat dilihat disini

Advertisements

About yui17melodies

Blog ini dibuat dalam rangka proyek menulis #YUI17Melodies yang akan diselenggrakan selama 17 hari dengan menggunakan 17 lagu YUI yang berbeda setiap hari. Follow us : @YUI17Melodies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s