[Tema 6] Arigatou, Mama (Terima Kasih, Mama)

Tetesan sisa air hujan masih membasahi jalan. Udara dingin membentuk embun di atas kaca mobil yang sedang ku tumpangi. Aku jadi tidak bisa melihat pemandangan dari dalam mobil. Ku gunakan tangan untuk menghapus embun itu membentuk lingkaran. Akhirnya aku bisa melihat dengan jelas aliran sungai di sepanjang jalan ini. Natsukashii1~
Sudah lama sekali rasanya aku tidak berkunjung ke sini. Kampung halamanku. Tempatku lahir dan dibesarkan.
“Kita ke tempat mama dulu ya…” pintaku pada suami ku yang mengemudikan mobil.
“Baiklah.” Jawabnya.
Tentu saja, yang pertama ingin ku temui adalah mama. Aku sangat rindu padanya. Aku dan suami ku memang sudah merencanakan untuk menghabiskan liburan sekolah Sora –anak kami– bersama di sini.
“Berhenti di sini saja.” Kataku tiba-tiba.
“Eh? Kenapa?” tanya suami ku bingung saat aku meminta ia menghentikan mobil sebelum sampai di tempat mama.
“Tidak apa, aku akan berjalan dari sini.”
“Sendirian?” tanyanya lagi dengan wajah kuatir.
“Hmm, daijoubu2.” Aku memutuskan untuk bertemu mama lebih dulu. Sendirian.
Sebelum meninggalkan mobil, aku berbalik dan melihat Sora yang masih tertidur di kursi belakang. Untunglah, kalau dia bangun, dia pasti akan merengek.
***
“Ma, sekarang Sora sudah besar. Tahun ini dia akan mulai masuk SD.”
“Dia bilang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan neneknya.”
“Tapi, bagaimana aku menjelaskan padanya…”
Aku tidak bisa menyelesaikan kata-kataku. Air mataku tumpah. Aku tidak bisa menahannya lagi. Aku menangis dan memeluk nisan yang bertuliskan namamu, Mama.
“Kenapa mama menangis?” Sora tiba-tiba saja datang menghampiriku. Segera ku hapus air mata dengan punggung tanganku.
“Mama ga nangis kok, sayang.” Aku mencoba menyangkal. Sora sepertinya percaya.
“Yang di foto ini siapa, Ma?” tanyanya lagi. Ia melihat foto Mama yang bersandar di batu nisan.
“Ini nenekmu.” Aku berusaha untuk tersenyum.
“Mamanya mama?” Aku hanya mengangguk pelan.
“Tapi kenapa yang ada cuma foto? Nenek ada di mana?” Aku diam.
Nee3, Mama… Nenek dimana?” Sora mulai merengek dan menarik-narik lengan bajuku. Aku masih diam.
“Nenek sudah ada di surga.” Seseorang menjawab. Eh? Siapa?
Aku berbalik. Ternyata suami ku datang menyusul Sora. Ia langsung menghampiriku dan berbisik, “Maaf ya. Tadi Sora mencarimu jadi ku ajak ke sini.”
“Nee, nee… Surga itu di mana?”
“Kenapa nenek pergi ke surga?”
“Kenapa nenek pergi? Aku kan mau ketemu…” Tanya Sora bertubi-tubi. Suami ku terlihat begitu sabar menjawab semua pertanyaannya.
Mama, kau pernah bilang, “Dalam keadaan sesulit apapun, tersenyumlah.*” Aku selalu mengingat kata-kata itu. Sepahit apapun masalahnya, pasti suatu saat akan ada hikmahnya. Iya kan?
Nee, Mama… Aku ingin mengatakan terima kasih pada mu. Terima kasih karena telah melahirkan ku. Terima kasih karena telah merawat dan mendidik ku. Terima kasih telah mengajarkan tentang hidup.Terima kasih karena telah mengajariku banyak hal.
Aku akan selalu mengingat mu. Arigatou4, Mama.
1 Natsukashii : biasanya diucapkan ketika melihat/ mengalami lagi hal yang sudah lama tidak dilihat/ dialami
2 Daijoubu : tidak apa-apa/ baik-baik saja
3 Nee : Hei
4 Arigatou : Terima kasih
*Potongan lirik lagu YUI – to Mother

Ditulis oleh Febriyani Syafri untuk #YUI17Melodies. Tulisan asli dapat dilihat di sini

Advertisements

About yui17melodies

Blog ini dibuat dalam rangka proyek menulis #YUI17Melodies yang akan diselenggrakan selama 17 hari dengan menggunakan 17 lagu YUI yang berbeda setiap hari. Follow us : @YUI17Melodies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s