[Tema 6] Where are You Mom

“….. jangan mas, jangaaannnnnnn!!!” teriak  seorang wanita dalam sebuah kamar.
“aku sudah tak tahan lagi hidup begini mas, lebih baik mas ceraikan aku saja!!!” lanjut wanita itu
Gaby yang berada di kamar sebelah hanya bisa menangis  mendengar pertengkaran orang tuanya yang hampir setiap hari. Gaby yang saat itu masih berusia 11 tahun, dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Gaby adalah anak satu-satunya, ia tinggal bersama kedua orang tuanya di sebuah rumah yang kecil, hidup mereka sangat pas-pasan, mungkin itulah penyebab orang tuanya yang selalu bertengkar. Apalagi saat pertengkaran, ayah Gaby sering memukuli ibu nya. Suatu malam pertengkaran terjadi lagi, seperti biasa, suara berisik antara dua mulut yang sedang beradu terdengar begitu jelas dan kasar, sesekali terdengar suara jeritan kesakitan seorang wanita. Hingga pagi menjelang Gaby terbangun pagi ini dengan mata yang bengkak dan masih sembab. Namun ada satu yang ia heran kan, biasanya tiap subuh ada ibunya yang selalu membangunkannya untuk shalat subuh, namun kali ini tidak, bahkan Gaby sampai ketiduran sampe pagi. Hari ini adalah weekend, jadi ia tak harus pergi ke sekolah.
“mama, mama dimana?” ucap Gaby mencari ibunya.
Ia mencari ibunya di kamar namun tak ada, hanya ayahnya saja yang masih terbaring pulas. Gaby mencari di setiap sudut rumah namun tak ada. Ia mulai panik, ia membangunkan ayahnya dan menanyakan ibunya
“ayah, ayah bangun…. Ibu gak ada dirumah yah!!!” kata Gaby.
“ummmm mungkin dia pergi ke tetangga.” Gerutu ayah Gaby yang masih mengantuk.
Lalu Gaby keluar mencari ibu nya ke tetangga dan menanyakannya pada tetangga, namun tak seorang pun yang mengetahui, tetangga yang mendunga kemungkinan saja ibunya pergi kerumah saudaranya, namun itu tidak mungkin, karena kata Gaby barang-barang ibu nya masih lengkap. Tetangga disitu memang sudah memaklumi dengan masalah orang tua Gaby, bahkan mereka prihatin dengan nasib Gaby nanti, karena ia masih terbilang kecil untuk menghadapi orang tuanya yang seperti itu. Sampai ada seorang lelaki paruh baya yang mengatakan bahwa tadi malam sekitaran pukul satu, ia melihat ayah Gaby keluar rumah sambil membawa karung entah itu isinya apa. Orang-orang yang berada disitu langsung berpikir yang tidak-tidak, jangan-jangan ayah nya membunuh ibunya. Gaby yang berada disitu, terpaku tak percaya, karena yang ia pikirakan tak mungkin ayahnya melakukan itu. Sampai  keesokan harinya ibunya tak kunjung pulang, dan dua orang polisi datang ke rumah Gaby dan menyerahkan surat penangkapan dan membekuk ayahnya karna di tuduh telah melakukan pembunuhan. Gaby saat itu sangat sedih dan terpukul. Terpaksa saat itu, gaby di titipkan kerumah saudara ayahnya, sekarang ia tinggal dirumah tante nya yang memiliki dua anak, yang anak kedua seusia dengan Gaby.
Gaby menjalani hari-harinya dengan normal dirumah itu, ia juga mengerti jika tinggal menumpang dirumah orang, ia harus bekerja sebagai balasan karna ia merasa sudah menyusahkan. Lagi pula tante nya sangat sinis terhadapnya. Tiap hari ia berangkat sekolah bersama sepupunya yang bernama Shania yang seumur dengannya. Bertahun-tahun Gaby tinggal di rumah tante nya, sampai ia lulus SMA. Sesekali ia mengunjungi ayah nya, hingga suatu hari ia bertanya kepada ayahnya.
“kenapa ayah tega melakukan ini kepada ibu? Apakah ayah tidak kasihan terhadap ibu?”
“Gaby, percayalah pada ayah, ayah tidak melakukan ini, ini hanya salah paham” ucap ayahnya
“tapi kenapa ayah tak tahu kemana ibu pergi?” Tanya nya lagi
“ayah benar-benar tidak tahu Gab, waktu itu saat aku sudah tertidur aku juga tidak tahu apa-apa. Yang aku kira ibu mu tetap tidur disamping ku, namun ternyata saat sadar ayah juga sudah tak melihatnya” jelas ayahnya
“ya sudahlah…” kata Gaby sambil meninggalkan ayahnya. Gaby masih belum bisa menerima penjelasan ayahnya, karena ia belum terima dengan kepergian ibu nya.
Kini Gaby sudah lulus SMA dan ia memutuskan untuk bekerja saja dan tidak melanjutkan kuliah. Ia bekerja di toko bunga. Tiap hari ia bekerja seharian di toko tersebut kecuali saat weekend ia tinggal dirumah sambil membantu pembantu dirumah tante nya itu. Gaby tidak pernah menganggap ibunya sudah mati, ia yakin ayahnya tidak mungkin melakukan itu, namun di sisi lain ia tidak bisa menerim penjelasan ayahnya, karena orang-orang sudah mencap ayahnya bahkan diri nya di cap sebagai anak seorang pembunuh. Terkadang ia sangat merindukan saat-saat bersama kedua orang tuanya, walaupun tak bahagia, ia tetap merindukan keadaan itu. Bahkan  sesekali ia sering memimpikan ibunya.
Sepuluh tahun lamanya Gaby menjalani hidup tanpa seorangpun orang tuanya  yang menemaninya, kini ia telah berusia 21 tahun. Ia berusaha mencari tahu keberadaan ibu nya, namun tak pernah ia mendapatkan informasi yang begitu akurat untuk menjelaskan keberadaan ibu nya. Waktu demi waktu ia tetap mengharapkan ibunya kembali, hingga suatu saat seorang wanita yang kira-kira berumur kepala empat datang mencari nya. Saat bertemu dengan wanita itu, Gaby tidak asing dengan wanita ini namun ia lupa ia pernah melihatnya di mana.
“Gaby? Kamu Gaby kan?? Wah kamu sudah besar dan bahkan terlihat sangat cantik” kata wanita itu sambil memuji Gaby
“maaf, Anda siapa yah?, dari mana Anda tahu nama saya Gaby?” Tanya Gaby dengan heran
“iya, pasti kamu sudah lupa dengan saya, saya adalah teman ibu mu, kita pernah bertemu saat ibu mu mampir ke rumah tante.”
Gaby pun mencoba mengingat, “oh iya saya sudah ingat, ada apa tante mencari saya?”
“saya kesini ingin memberi tahu kamu mengenai ibu kamu …..” jelas wanita itu
Dengan terkejut Gaby bertanya “Hah? Apakah tante tahu ibu saya pergi kemana? Apa yang tante ketahui mengenai ibu saya, tolong beritahukan pada saya”
“kamu tenang dulu, tante pasti akan member tahukan mu! Saat itu, ibu menghampiri tante, ia meminta tolong untuk membantu nya, ia meminta agar tante membantu nya untuk menjadi seorang TKI di luar negeri” jelasnya
“lalu bagaimana dengan keadaan ibu saya sekarang, dia sekarang berada dimana?” Tanya Gaby
“ibu mu sekarang masih berada di luar negeri, namun ia telah menikah dengan pria lain disana, beberapa hari yang lalu ia menyuruh ku untuk mencari mu dan member tahukan mu hal ini.” Jelasnya lagi
“tapi bagaimana dengan ayah saya?”
“tante akan menemani mu untuk ke kantor polisi untuk membeaskan ayah mu.”
Lalu Gaby pun bergegas dan meninggalkan toko bunga, ia bersama teman ibu nya itu bergegas ke kantor polisi. Saat disana teman ibunya pun menjelaskan semuanya dan setelah diproses, ayahnya pun di bebas kan. Kini Gaby hidup bersama lagi dengan ayah nya, namun meskipun begitu ia masih merasa kurang, karena ibu nya tidak bersama mereka lagi. Saat Gaby akan berpisah dengan teman ibu nya, ia hampir lupa namun segera mengingat untuk meminta alamat atau nomor telepon ibu nya yang bisa di hubungi. Setelah memberikan nmr telfon dan alamat ibunya di luar negeri, teman ibu nya itu berpamitan untuk pulang.
Gaby kembali lagi ke rumahnya yang dulu. Saat tiba dirumah, Gaby buru-buru untuk segera ke wartel(warung telepon) untuk menghubungi nomor yang ia ketahui itu adalah nomor telepon ibu nya. Namun beberapa kali ia hubungi tak ada jawaban, bahkan saat ke lima kali ia hubungi tiba-tiba telepon nya diangkat namun langsung di tutup lagi. Berhari-hari ia mencoba hubungi, namun sama saja tak pernah ada jawaban, terkadang juga telfonnya dimatikan. Ia kepikiran untuk mencoba mengirim surat ke alamat yang di berikan oleh teman ibu nya. Hari demi hari ia mengharapkan tukang surat datang untuk membawa balasan surat dari ibu nya, dan ternyata Tuhan mengabulkan harapannya, seorang tukang pos datang membawa surat untuknya. Gaby langsung bergegas membuka surat tersebut dan langsung membacanya, di situ ibu nya menulis bahwa ibu nya saat ini sedang berada di Jepang, keadaannya baik-baik saja, dan ia berjanji  untuk mengunjungi Gaby akhir tahun ini. Dalam surat tersebut ada kutipan yang berulang-ulang Gaby baca
Sonna hi ga kureba (jika hari itu t’lah tiba)
Shiawase tte Mahou mitai ni (kebahagiaan itu bagai keajaiban)
Kagayaite kurenai kedo (bersinar walau tidak demikian).
Nakanaide (janganlah menangis)
Taka ga unmei nante (seakan (hanya) takdir belaka)
Kaete yukeru nda tte (itu hal yg bisa engkau ubah)
Saat membaca Gaby tak habis-habisnya menitihkan air mata, perasaannya tak karuan bercampur aduk, ia sangat senang karena mengetahui kabar ibunya di sisi lain ia juga sangat sedih dan rindu ingin bertemu ibu nya. Gaby tak henti-hentinya merindukan ibu nya dan mengharapkan ibu nya segera datang menemuinya, hingga Gaby sakit akibat terlalu merindukan ibu nya. Suatu malam saat Gaby sedang tidur ia mengigau kan ibunya, ia sangat ingin bertemu ibu nya. Ayahnya yang mendengar itu merasa sangat iba dan bersalah, ia menitihkan air mata nya, sambil memikirkan bagaimana cara untuk menghubungi ibu Gaby dan memberitahukan bahwa Gaby sangat ingin bertemu dengannya.
Suatu ketika saat Gaby masih terbaring sakit, tiba-tiba tanpa di sangka-sangka ibu nya datang mengunjungi nya, ayah Gaby yang terkejut merasa sangat heran tiba-tiba istrinya itu datang. Saat pertama masuk rumah, ibu Gaby langsung menghampiri anaknya yang sedang terbaring sakit, Gaby yang sadar akan itu langsung terlihat bersemangat, anak dan ibu itu langsung berpelukan serasa melepas rindu. Dalam pelukannya, ibu nya mengatakan bahwa Gaby harus hidup semangat dan tidak boleh lagi sakit seperti ini. Gaby sangat terharu dan ia mengatakan kepada ibu nya untuk berjanji kepadanya untuk tidak meninggalkannya, belum selesai berbicara ibu nya langsung melepas pelukannya dan berkata bahwa ia harus pergi, ia akan ke bandara karena sebentar lagi pesawatnya akan berangkat. Gaby yang tak merelakan itu harus berusaha untuk merelakan kepergian ibunya dengan isak tangisnya. Kemudian ibu nya berpamitan kepada suaminya untuk pergi. Beberapa saat ibu nya pergi, tiba-tiba ada telepon dari luar negeri yang mengatakan bahwa ibu nya telah meninggal tadi siang dan telah di makamkan . Mendengar kabar itu, Gaby sangat-sangat terpukul, ia tak percaya, ia merasa shock dan tangisnya memecah keheningan rumah yang ia tempati bersama ayahnya. Ayahnya juga benar-benar kaget dan shock, ia masih belum percaya dengan berita itu bahkan ia sempat menyalahkan diri nya. Gaby dan ayahnya heran lalu tadi itu yang barusan datang siapa? Mereka pun tersadar bahwa itu adalah roh ibunya yang datang untuk berpamitan dan menemui  Gaby dan ayahnya untuk yang terakhir kalinya.

Ditulis oleh Minsarullah Arif untuk #YUI17Melodies. Tulisan asli dapat dilihat di sini

Advertisements

About yui17melodies

Blog ini dibuat dalam rangka proyek menulis #YUI17Melodies yang akan diselenggrakan selama 17 hari dengan menggunakan 17 lagu YUI yang berbeda setiap hari. Follow us : @YUI17Melodies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s