[Tema 8] Akan Baik-baik Saja

“Panas!!” geramku. Sudah 15 menit ku pajang diriku di depan kipas angin tapi panas yang ku rasakan masih saja menyelimuti tubuhku. Tentu saja, kipas angin ini begitu kecil jadi anginnya juga tidak begitu terasa.

Panas yang ku rasakan sebenarnya bukan hanya karena suhu yang mencapai 32o Celcius tapi juga karena aku baru saja melihat KHS-Kartu Hasil Studi-ku yang terisi dengan beberapa huruf E. Tepatnya tiga huruf E.

Mengingat hal itu, suhu tubuhku naik. Wajahku memerah. Peluhku bercucuran. Aku bisa merasakan punggungku basah karenanya. Ku coba mengipas-ngipas wajahku dengan telapak tangan tapi tetap saja itu tidak melepaskan diriku dari kepanasan ini.

Ku rubahkan tubuhku di atas kasur kecil. Oh, ya! Kasur ini sama sekali tidak empuk. Mau bagaimana lagi, hanya ini yang aku punya.

Aku mulai mencoba mengingat-ingat kenapa huruf E itu bisa muncul di atas KHSku. Aku tidak pernah terlambat masuk kuliah. Aku tidak pernah absen. Ah, mungkin pernah. Beberapa kali. Tapi apa itu sudah bisa membuat nilaiku eror? Hah!!

Ku coba ingat-ingat lagi…

Ah! Aku menemukan satu kata yang mungkin bisa menjadi alasan kenapa hal seperti ini menimpaku. Kerja! Ya, itu dia!

Aku kerja sambilan di salah satu restoran cepat saji. Sehabis kuliah aku langsung berangkat ke tempat kerja. Aku selalu pulang larut malam. Karena lelah, setelah sampai di kostan aku langsung tertidur. Aku jadi sering lupa mengerjakan tugas. Kalaupun ingat, aku tidak sempat lagi mengerjakannya.

Aaaah~ Pantas saja…

Apa aku harus berhenti kerja? Tapi… Bagaimana aku bisa hidup di kota ini tanpa bekerja? Bagaimana aku membayar kuliah? Siapa yang akan membayar uang sewa kostan ini? Aku tidak mau meminta uang terus pada ibuku. Ibu akan repot. Ibu harus membiayai kedua adikku yang juga masih bersekolah. Pasti akan sangat menyulitkan jika aku juga meminta uang untuk biaya hidupku di sini.

Selama ini ibu menghidupi kami dengan uang pensiunannya sambil berjualan gado-gado di desa tempatku tinggal dulu. Dan ayahku, aku tidak tahu di mana ia sekarang. Ia pergi saat aku masih berumur lima tahun.

Aku semakin bingung dan mulai menggaruk-garuk kepala ku yang sebenarnya tidak gatal. Kemudian samar-samar terdengar sebuah lagu dari kamar sebelah.

Inilah hidupku, aku yakin akan baik-baik saja
Kuulangi kata-kata ini di hatiku
Selalu menjadi bintang
Jangan terlalu pendiam..

Orang-orang tak akan mendengar alasanmu
Langkah yang telah kuambil sejauh ini adalah ceritaku
Jika tak ingin kehilangan semangatmu
Hiduplah Rock’n Roll

Mendengarnya lagu itu, aku jadi sadar akan sesuatu. Seberapa banyak pun aku mengeluh, itu tidak akan mengubah apa yang sudah terjadi. Aku tidak boleh seperti ini. Aku harus melakukan sesuatu. Aku harus mengubahnya!

Cepat-cepat ku ambil buku catatan kecil dari tas ranselku satu-satunya. Ku isi lembaran paling depan dengan kalimat yang baru saja muncul di kepalaku.

Daftar hal yang harus dilakukan :
Tetap bekerja sambil kuliah dengan syarat,

  • Tidak boleh bolos kuliah.
  • Kerjakan semua tugas
  • IP > 3

Dapat beasiswa!
Kurangi jadwal kerja!

Ku robek kertas dari buku catatanku lalu mengambil selotip dan menempelnya di dinding. Di tempat yang paling sering kulihat. Ku tatap tulisan-tulisan itu. Aku mengangguk mantap.

Ya, semuanya akan baik-baik saja!

_________

*Lirik lagu, YUI – It’s My Life

Ditulis oleh Febriyani Syafri untuk #YUI17Melodies. Tulisan asli dapat dilihat disini

Advertisements

About yui17melodies

Blog ini dibuat dalam rangka proyek menulis #YUI17Melodies yang akan diselenggrakan selama 17 hari dengan menggunakan 17 lagu YUI yang berbeda setiap hari. Follow us : @YUI17Melodies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s