[Tema 9] First Time I Cook

Aku memandang jam di kamarku. Jam 08.00 sekarang. Segera aku keluar kamar, menyambar uang yang disediakan ibu di atas kulkas. Ibu telah menyediakan uang itu untuk kubelanjakan. Aku sengaja memintanya, aku ingin memasak. Aku sedang libur kuliah, jadi daripada nganggur aku belajar memasak saja. Sebelumnya aku belum pernah memasak sendiri, pasti ibu membantuku.

Entah sepertinya aku agak sedikit berubah semenjak bersama Hafiz. Dulu aku tomboy, nggak suka segala sesuatu yang berbau girly. Dia suka cewek yang bisa masak, katanya. Dan aku tak bisa memasak. Namun Hafiz tetap saja suka padaku. Dan aku ingin bisa memasak karenanya.

Bukan hanya itu, ibuku juga pernah bilang, perempuan itu harus bisa masak. Keran itu senjata untuk menaklukan suami. Begitu pula kata dosenku. Kalau mau menguasai suami, kuasai dulu perutnya, aku ingat apa yang dikatakan dosenku.

Berjalan di tengah kerumunan pedagang dan para pembeli di pasar, aku mulai mencari-cari apa yang aku butuhkan untuk memasak. Satu persatu kuhampiri para pedagang yang menjual bahan yang aku butuhkan.
Ikan asap, daun bawang, tomat, cabai, dan bumbu lain sudah dalam kantong yang aku bawa setengah jam kemudian.

Aku pulang, segera saja pergi ke dapur. Menyiapkan segala bahan yang kubutuhkan. Aku kupas, kemudian aku cuci. Ikan tadi kugoreng, kutiriskan. Kemudian aku menumis bumbu, kemudian kumasukkan daun bawang, setelah harum aku masukkan ikan yang kugoreng tadi. Kemudian giliran air yang kumasukkan, setelah itu tomat. Tunggu beberapa menit, matang.

“Nah ini dia masakanku,” sorakku gembira. “Hm, tapi namanya apa ya?” aku berpikir.
“entahlah, aku kasih nama ikan suka-suka aja,” jawabku asal.

Sebentar lagi ayah, ibu, dan adikku pulang. Karena ini hari Jumat, mereka semua pulang cepat. Tak berapa lama, mereka datang. Kalau dilihat dari jamnya, ayah pasti sudah lapar pada saat seperti ini. Betul saja, mereka langsung saja mengambil nasi, tak lupa lauk yang aku buat.

“Kamu yang masak?” ibu menanyaiku. Aku mengangguk.

Kemudian ibu mencoba masakanku. “Gimana, Bu?” tanyaku penasaran.

“Hm, enak. Lebih sering dilatih ya, biar tambah enak.” saran Ibu. Aku mengangguk.

Yah, senang rasanya. Ini pertama kalinya aku masak dan yah, bisa dikatakan masakanku berhasil. Namun ada yang belum mencicipi masakanku. Segera saja aku mengirimkan file jpg kepada Hafiz via twitter. Itu adalah foto masakanku yang kuambil setelah selesai kumasak.
ini masakanku, dicicipi ya :p 
Begitu pesanku.

Ditulis oleh Rizqi Arum Prastuti untuk #YUI17Melodies. Tulisan asli dapat dilihat disini

Advertisements

About yui17melodies

Blog ini dibuat dalam rangka proyek menulis #YUI17Melodies yang akan diselenggrakan selama 17 hari dengan menggunakan 17 lagu YUI yang berbeda setiap hari. Follow us : @YUI17Melodies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s