[Tema 9] Ini Ceritaku

“Lapar”, tulis Hafiz di twitternya.
Ia memang suka sekali menulis kata tabu itu di twitter. Hal ini tentu saja sesuai dengan perawakannya yang gendut. Ya, gendut yang selalu diidentikkan dengan “tukang makan” atau “jago makan” atau kata-kata indah yang lain. Well, buat Hafiz itu sudah terbiasa, sudah menjadi santapan sehari-hari ungkapan-ungkapan tersebut. (bahkan ungkapan saja disantap olehnya).

“Aku pulang”, seru Hafiz ketika sampai pulang.

Hafiz termangu karena tidak ada jawaban. Ternyata bapaknya sedang tidak ada di rumah, mungkin sedang rapat. Kakak pertamanya mungkin langsung tertidur ketika mendengar suara hafiz. Kakak perempuannya mungkin belum pulang dari kuliahnya.

“Wiw, horor bener rumah ini. Tidak ada tanda-tanda kehidupan”, Hafiz bergumam.
“Ah, sudahlah.. sudah lapar banget.. Mana perut keempat-empatnya sudah kosong..”, ucap Hafiz dalam hati sambil membayangkan dirinya sebagai sapi. Sapi metal tentunya, karena dia suka lagu metal.

Setelah ganti baju dan celana di kamar, Hafiz bergegas ke dapur. Tempat favoritnya di rumah, meski WC juga jadi tempat favoritnya. Misi dimulai. Hafiz dengan seksama dan konsentrasi tinggi mencari-cari apa yang ia cari. Beberapa menit berselang dia belum menemukan apa yang ia cari. Ia berulang kali mengulanginya, namun hasilnya tetap nihil.

“Wow, bagaimana rumah ini ada tanda kehidupan kalau makanan saja tidak ada”, ucap Hafiz dengan perasaan sedih.

Akhirnya dia memutuskan untuk berhenti mencari makanan. Akhirnya ia berinisiatif untuk memasak sendiri makanannya. Ia mengambil bahan-bahan di dalam kulkas. Dari sayuran hijau hingga telur ayam. Sedangkan bumbunya sendiri sudah ada di dapur.

Dengan tehnik yang memukau, Ia mulai mengirisi sayuran menggunakan pisaunya yang setajam silet, dan meracik bumbunya. Setelah semua siap, iya mulai menyalakan kompor. Setelah itu ia menaruh panci di atas kompor tersebut. Ia masukan segala bahan yang telah ia persiapkan. Tak lama berselang, ia masukan telur ayamnya lalu ia aduk hingga rata.

Beberapa menit kemudian masakan Hafiz telah matang. Dengan mata berbinar-binar ia menatap hasil masakannya tersebut. Dengan hati gembira dia membawa masakannya ke tempat ia akan makan.

“Alhamudillah… Masakanku sudah jadi.. Mie Goreng spesial dengan telur ayam… “, teriak Hafiz dengan penuh rasa lapar di perutnya.

“Ittadakimasu…….”, kata terakhir darinya sebelum memangsa masakannya.

“Ini ceritaku! Aku tidak mau baca ceritamu!”, bentak Hafiz.

Ditulis oleh Hafiz Arif Syahriar untuk #YUI17Melodies. Tulisan asli dapat dilihat disini

Advertisements

About yui17melodies

Blog ini dibuat dalam rangka proyek menulis #YUI17Melodies yang akan diselenggrakan selama 17 hari dengan menggunakan 17 lagu YUI yang berbeda setiap hari. Follow us : @YUI17Melodies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s