[Tema 11] Benda Terakhir Darimu

Gelap. Jendela tak terbuka, tiraipun dibiarkan menutupinya, menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam kamar. Benda-benda dibiarkan berserakan di atas meja. Sprei kumal kumal dan lusuh, tak rapi menutupi kasur. Bantal dan guling berserakan di lantai. Tak ubahnya kapal pecah, seperti itulah keadaan kamar itu saat ini.

Penghuni kamar tersebut masih di dalam kamar. Di pojok kamar ia melamun, sesekali matanya berair, mengangis. Bajunya lusuh sekali, rambutnya berantakan, wajahnya tak segar. Tiada tanda-tanda semangat dalam hidupnya. Emi, tengah dalam kesedihan yang mendalam karena Shizuka, sahabat karib sejak ia duduk di bangku taman kanak-kanak yang disayanginya pergi meninggalkan ia selamanya. Shizuka meninggal karena kecelakaan tiga hari yang lalu.

Emi baru tahu tentang berita itu, ketika ia pulang dari Perth. Ia kembali ke Okinawa berencana untuk berlibur di rumah tantenya, Rinko, sekalian dengan Shizuka. Namun sayang, Shizuka telah tiada. tentu saja kabar duka itu membuat luka yang amat dalam di hati Emi. Sampai-sampai ia tak mau makan. Tante Rinko sendiri bingung harus bagaimana. Sudah dibujuk dengan berbagai cara, namun tetap saja Emi tak bergeming dengan pendiriannya.

Tok! Tok! Tok! Kamar Emi diketuk dari luar. Emi tak memperdulikannya.

“Tante masuk ya?” terdengar suara tante Rinko dari luar kamar. Tante Rinko kemudian masuk ke kamar. Terlihat ia membawa sesuatu ditangannya. Emi sama sekali tampak tak perduli dengannya.

“Tante tak mau memaksa kamu makan,” kata tante Rinko, duduk di samping Emi. “Ini adalah benda yang ingin Shizuka berikan padamu dulu sebelum ia meninggal. Sebenarnya ia ingin mengirimkannya ke Perth, namun kucegah karena seminggu lagi kau kan kembali kesini.”

Tante Rinko menyodorkan sebuah CD. Itu I LOVED YESTERDAY, album YUI. “Coba dengarkan lagu track 1,” tante Rinko kembali berkata. Ia kemudian berdiri. “Dengarkan baik-baik,” kata tante Rinko sebelum ia melangkah, keluar dari kamar Emi.

Sepeninggal tante Rinko, Emi menoleh pada CD yang ditinggalkan tantenya itu. Ia mengambilnya, melihat daftar lagunya. Track 1, Laugh Away. Emi bediri, berjalan menghampiri CD player di kamarnya. Ia membuka CD itu, mengambil kepingan di dalamnya. Ia memasukkan ke dalam CD playernya, kemudian memutarnya. Terdengar lagu YUI, Laugh Away mengalun.

Itsudatte makenai you ni nee
Sou waratte sotto waratte laugh away
Sou waratte itsumo waratte

Ada sesuatu di mata Emi, pipinya terasa basah, ia menangis. “Shizuka,” katanya dalam tangis. Lagu itu seolah pesan terakhir dari Shizuka untuknya, untuk tetap tersenyum, tetap tertawa, seperti Emi yang dikenal Shizuka.

“Maafkan aku Shizuka, aku telah berbuat bodoh. Gomen ne*,” ucap Emi sambil menghapus air matanya. Ia akhirnya tersenyum.

*gomen ne (bahasa Jepang): maaf

Ditulis oleh Rizqi Arum Prastuti untuk #YUI17Melodies. Tulisan asli dapat dilihat disini

Advertisements

About yui17melodies

Blog ini dibuat dalam rangka proyek menulis #YUI17Melodies yang akan diselenggrakan selama 17 hari dengan menggunakan 17 lagu YUI yang berbeda setiap hari. Follow us : @YUI17Melodies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s