[Tema 11] Furoshiki

Pagi ini kamarku berantakan sekali. Baju-bajuku berserakan di atas kasur. Hairpin dan aksesoris lainnya juga berhamburan di atas meja. Aku bingung. Bingung mau memakai baju apa. Pakai aksesoris apa.
Hari ini adalah first-dateku dengan mu. Dulunya aku menganggap teman-temanku terlalu berlebihan saat mereka bercerita tentang persiapan first-date yang ribet. Mesti ini dan itu. Sekarang aku baru mengerti setelah mengalaminya sendiri.
Hampir sejam aku hanya diam terpaku menatap tumpukan bajuku. Akhirnya ku putuskan untuk memilih satu. Dress pink dengan panjang selutut. Kemudian memberi wajahku make-up seadanya dan sebagai pemanis ku jepitkan hairpin berbentuk potongan jeruk di rambut sebahuku.
“Ibu, aku berangkat ya!” pamitku pada ibu.
“Eh, o bento1??” Ibu menanyakan bekal yang telah ku buat subuh tadi. Ah, iya! Cepat-cepat aku lari ke dapur dan mengambil kotak bekal yang telah kubungkus dengan furoshiki2.
Ittekimasu3!!”
***
Aku menunggu di sebuah halte. Kamu bilang akan menjemputku di sini. Aku berdiri sambil melirik kanan kiri. Mencari sosokmu. Hingga akhirnya kamu muncul dari salah satu sudut jalan dengan sepedamu.
“Yuk, naik!” katamu sambil menepuk-nepuk sadel belakang.
“Hmmm.” Aku tersenyum.
Sepanjang perjalanan kamu menceritakan beberapa lelucon. Walau sebenarnya tidak lucu, entah kenapa aku ikut tertawa bersamamu. Sesekali kamu juga menyiulkan lagu aneh.
“Eh, kita mau ke mana sih?” tanyaku di sela-sela ceritamu.
“Ke suatu tempat.” Jawabmu sambil tertawa licik. Ku balas dengan mencubit lengan kananmu.
“Sakit!” kamu meringis. Aku hanya terkekeh.
***
“Huaaaa… Laut!!” seruku disambut tiupan angin laut yang lembut.
“Indahnyaaa!!” aku menatap takjub dengan pemandangan dihadapanku.

Kruuukuuuk. Tiba-tiba terdengar suara aneh dari perutmu. Kamu tertawa. Aku juga ikut tertawa.
“Udah lapar ya?” tanyaku. Kamu mengangguk. Kemudian segera menggelar tikar yang telah kamu persiapkan di atas pasir putih. Aku mengeluarkan bekal dari tasku dan duduk di atas tikar itu.
“Eh, furoshiki ini…” katamu sedikit terkejut melihat furoshiki yang kugunakan untuk membungkus bekal yang kubuat.
“Iya, ini dari kamu…”

Furoshiki ini adalah benda pertama yang kamu beri pada ku. Aku tidak tahu kenapa kamu memberikannya. Waktu itu aku tidak sedang berulang tahun dan bukan pula hari valentine. Tapi, tahukah kamu? Aku senang kamu memberikannya padaku. Sebab, sejak hari itu kita semakin akrab dan akhirnya bisa seperti sekarang.
“Tau gak kenapa aku kasih itu ke kamu?” aku menggeleng.
“Waktu nemenin adekku ke mini market, aku melihat furoshiki itu dan langsung teringat kamu. Warna birunya lembut seperti langit hari ini. Lembut seperti kamu. Jadi, aku langsung membelinya!” jelasmu kemudian tertawa. Aku hanya tersipu.
Aku senang hari ini kamu banyak tertawa. Aku senang melihatmu tertawa lepas seperti itu. Semoga aku bisa terus melihat senyum itu. Kore kara mo4Zutto5
__________________________________
1 O Bento? : bekalnya?
2 Furoshiki : kain pembungkus (biasanya dipakai untuk membungkus kotak makanan/bekal dan botol minum)
3 Ittekimasu : ucapan “aku berangkat”
4 Kore kara mo : mulai saat ini
5 Zutto : selamanya
Ditulis oleh Febriyani Syafri untuk #YUI17Melodies. Tulisan asli dapat dilihat disini
Advertisements

About yui17melodies

Blog ini dibuat dalam rangka proyek menulis #YUI17Melodies yang akan diselenggrakan selama 17 hari dengan menggunakan 17 lagu YUI yang berbeda setiap hari. Follow us : @YUI17Melodies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s