[Tema 16] Silent Song

Dinginnya malam disertai rintik hujan yang deras. Menyedihkan. Yah sungguh…

Ingatan tentang seseorang yang datang dengan senyum manis penuh kasih sayang. Menyapa hati yang dingin karena masa lalu yang buruk. Yah, aku hanya bisa mengingat jejakmu. Sedikit saja.

Sambil terdengar lantunan lagu pembawa keharuan.

Hanya dengan berharap bisa bertemu denganmu
air mataku mengalir sebanyak ini, cintaku
Kubiarkan kekesalanku mengambang pergi ke langit malam
Kumohon tetaplah bersamaku…

 —

Di persimpangan jalan ini..

Kau berkata “aku akan pergi…”

Aku hanya terdiam.

“Jika aku pergi, bisakah kau mencegahku? Katakan seperti lagu itu. Lagu yang pernah kau dengarkan padaku..”

Tapi aku hanya diam.

“Kalau kau tak mengatakannya, bagaimana aku bisa terus berada disampingmu? Tidakkah kau tahu aku peduli padamu, tapi kenapa kau hanya diam? Kumohon. Katakan sesuatu. Katakan sebuah kalimat seperti lagu itu.”

Aku tetap diam dan mungkin tanpa ekspresi.

“Bisakah kau menganggapku berharga? Apakah aku salah jika aku berharap lebih padamu?”

“Jika kau akan pergi. Maka pergilah.” kataku singkat.

Keheningan masih menyelimuti tempat ini. Mungkin lebih lama. Dan akhirnya…

“Baiklah. Kalau itu keinginanmu. Aku akan pergi. Jaga kesehatanmu yaa…”

Kulihat senyum diwajahnya. Tapi bukan senyum seperti biasanya. Itu berbeda. Sangat berbeda…

“Baik. Selamat jalan..”

Aku juga tersenyum.

Dia berbalik pergi. Ke arah tenggelamnya matahari. Disinari warna kemerahan matahari yang indah, kulihat punggungnya kian menjauh. Dan tiba-tiba….

“DEEG!”

Perasaan apa ini Tuhan? Ini sakit. Sakit di bagian dada. Sesak. Ini sakit tapi tak berdarah. Kenapa? Aku tak pernah merasakan ini sebelumnya. Bahkan ketika penyakitku kambuh, tak sesakit ini.

Rasa sakit ini, bersamaan dengan bayang dirinya yang kian menjauh. Punggung itu terlihat hangat tapi begitu menyedihkan.

“Apa dia menyakitiku?” tanyaku.

Ini sangat menyakitkan.

Aku ingat. Saat terakhir kulihat wajahnya.

Senyumnya…

Senyumnya begitu berbeda.

Senyum penuh kekecewaan.

Senyum yang menyedihkan.

Apa sakit ini karena dia?

Apa dia juga merasakan sakit ini?

Punggungnya menjauh dan nyaris menghilang tak terlihat. Tapi sampai itu, aku masih tak tahu sakit apa ini.

Dia tak terlihat. Punggungnya tak lagi terlihat. Dia sudah benar-benar pergi.

Dan perasaan ini masih tak ku mengerti.

Malam mulai menjelang. Dan aku masih duduk disini. Memandang langit yang berawan tanpa bintang. Seolah-olah bintang pun bersembunyi dan enggan melihatku tersenyum.

Terdiam.

Kali ini aku benar-benar merasa sendiri. Ini bukan lelucon. Aku sendirian disini.

Aku mencoba mendengarkan lagu itu.

Lagu yang dimintanya untuk ku ucapkan. Lagu yang bisa mencegahnya pergi.

Bait demi bait ku resapi liriknya…

Hanya dengan berharap bisa bertemu denganmu
air mataku mengalir sebanyak ini, cintaku
Kubiarkan kekesalanku mengambang pergi ke langit malam
Kumohon tetaplah bersamaku…

“Tesss..” tiba-tiba air mataku terjatuh.

Setetes, dua tetes, tetes demi tetes mulai membasahi pipiku.

Ini aneh. Selama ini aku tak pernah menangis. Sesakit apapun itu.

Aku tak bisa menghentikan air mata ini. Aku kenapa?

Aku berusaha membiarkannya pergi.

Karena kupikir itu demi kebaikannya.

Karena kupikir terlalu egois memintanya untuk tetap tinggal.

Jika dengan pergi bisa membuatnya jauh lebih bahagia, maka aku akan membiarkan dia pergi.

Tapi sekarang..

Kenapa dada ini masih sakit dan makin sesak?

Apakah aku menyakiti diriku sendiri dengan aku menyakitinya?

Dengan aku membiarkan dirinya pergi?

Malam kian larut. Hujan mulai turun semakin deras.

Masih. Terdengar lagu yang sama. Dan akan tetap sama.

Lagu ini…

Lagu yang tak terucap membawa penyesalan yang tak berarti.

Tanpa suara. Tanpa kata.

Hanya menyisakan kehampaan yang tak berguna.

Aku sendiri disini, dibawah rintik hujan yang dingin.

Termenung mengingat punggungmu yang menjauh.

Mengingat jejak yang kian menghilang.

dengan tersenyum diatas kesedihanku…

Ditulis oleh Inna untuk #YUI17Melodies. Tulisan asli dapat dilihat disini

Advertisements

About yui17melodies

Blog ini dibuat dalam rangka proyek menulis #YUI17Melodies yang akan diselenggrakan selama 17 hari dengan menggunakan 17 lagu YUI yang berbeda setiap hari. Follow us : @YUI17Melodies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s