[Tema 17] Es Jeruk

Kuning bening, menyegarkan. Bercampur dengan balok-balok padat kecil yang menambah kesegaran. Asam, namun juga manis. Tersimpan dalam sebuah wadah kaca berbentuk tabung yang tak ada tutupnya. Ditambah dengan selang kecil pendek berbahan plastik untuk mengalirkan isi dari dalam wadah agar sampai ke mulut, kemudian tenggorokan.

Di depanku terdapat segelas es jeruk yang baru saja aku pesan. Siang ini tak terlalu terik, tenggorokan juga tak terlalu kering, namun aku ingin saja memesannya. Mengingatkan pada dua orang yang kusayang, ayah dan Dani. Mereka mempunyai hal yang sama, minuman favorit mereka adalah es jeruk. Tak hanya itu, kesederhanaan mereka sama.

Seperti es jeruk, mereka terasa asam dengan sifat kecuekan mereka padaku. Namun juga manis, karena mereka memberikan keceriaan tersendiri dalam hidupku. Menyegarkan pula, dengan gurauan mereka membuatku merasa fresh saat aku merasa lelah dan bosan dengan lingkungan sekitarku. Es jeruk, minuman yang tak terlihat elite bagi sebagian orang. Seperti itulah ayahku dan Dani, tak terlihat high class, sederhana saja. Namun itulah yang membuatku sayang dengan mereka.

Aku sedot es jeruk di depanku, membasahi tenggorokanku. Plak! Seseorang menepuk pundakku dari belakang. Aku menoleh ke belakang. Terlihat seorang gadis berambut ikal mengambil tempat duduk di sampingku. Itu Ammy. “Kapan nih berangkat ke Jepang?” tanyanya tanpa basa-basi.

“Lusa,” jawabku singkat.

“Dani gimana?”

“Ya ditinggal, masak ikut?”

“Ya kali aja mau diumpetin dalam koper, diselundupin gitu,” godanya. Aku cuma tersenyum menanggapinya.

“Pergi dulu ya, Ran, jemput mami,” pamitnya sambil berdiri.

“Hati-hati ya,” balasku melambaikan tangan padanya.

Pikiranku kembali tertuju pada es jeruk. Sebentar lagi aku tak bisa bertemu dengan sosok dibalik es jeruk, lagi. Setelah ayah pergi untuk selama-lamanya satu setengah tahun yang lalu, kemudian lusa aku harus meninggalkan Dani untuk pergi ke Jepang, karena aku mendapatkan beasiswa kuliah disana. Yah, ini hanya kuliah. Namun entah perasaanku seperti tak ingin pergi, tapi aku harus.

Baru setengah tahun aku menemukan sosok es jeruk selain ayahku, namun lusa aku harus meninggalkannya. Jika aku bisa, aku ingin berpikir bahwa kita tak akan terpisah karena jarak. Namun pasti pikiran itu muncul. Mungkin di Jepang nanti aku akan membuat es jeruk sendiri, kemudian meminumnya sendiri, seperti sekarang ini. Dan berkahayal Dani berada disisiku.

Aku harus menyiapkan hatiku untuk menerimanya, untuk berkata, Goodbye, es jeruk.

Ditulis oleh Rizki Arum Prastuti untuk #YUI17Melodies. Tulisan asli dapat dilihat disini

Advertisements

About yui17melodies

Blog ini dibuat dalam rangka proyek menulis #YUI17Melodies yang akan diselenggrakan selama 17 hari dengan menggunakan 17 lagu YUI yang berbeda setiap hari. Follow us : @YUI17Melodies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s