Tema 17 #MelodiHijauOranye

Ohayou~

Gak terasa ya sekarang sudah tema terakhir lagi. Berarti kalau dihitung-hitung, sudah sebulan penuh kita menulis. Mimin harap, setelah proyek ini selesai kalian tetap menulis. Nah, untuk tema terakhir #MelodiHijauOranye adalah…

Fight

Berikut ini adalah terjemahan liriknya:

Semua mimpi yang berderet tidak akan selalu terjadi, tapi
bahkan kau harus tahu ini
Karena bahkan langit yang terlihat seperti akan pecah/patah
adalah sesuatu yang telah kuterima
Tidak apa-apa… Sebuah kebohongan seperti ini… Aku ingin tumbuh dewasa

Lakukan yang terbaik, lakukan yang terbaik
Tetapkan hidupmu agar tetap bersemangat (on fire)

Continue reading

Tomorrow’s Way – Chapter 2 [Ending]

Pada saat berlangsungnya proyek #YUI17Melodies kemarin, kami menerima banyak sekali naskah. Diantaranya adalah naskah ini, yang kebetulan tidak sesuai dengan tema pada saat itu. Namun, karena sayang sekali jika naskah ini dibiarkan begitu saja. Jadi kami memuatnya dalam blog ini. Selamat membaca~ 😀

***

“Ibu, masuk Rumah Sakit.”

Jantungku serasa berhenti, Ibu? Orang yang amat ku sayangi sakit? Bagaimana bisa?

“Ayo, ke rumah sakit sekarang!”

***

Sesampainya di Rumah Sakit,

Di balik kaca tembus pandang pintu itu, ku lihat sosok yang sedang tidur  terbaring lemah di atas ranjang. Ku buka pelan – pelan pintu tersebut, berharap tidak menimbulkan bunyi sekecil apapun hingga membuat sosok itu terbangun. Aku duduk di sampingnya. Continue reading

Tomorrow’s Way – Chapter 1

Pada saat berlangsungnya proyek #YUI17Melodies kemarin, kami menerima banyak sekali naskah. Diantaranya adalah naskah ini, yang kebetulan tidak sesuai dengan tema pada saat itu. Namun, karena sayang sekali jika naskah ini dibiarkan begitu saja. Jadi kami memuatnya dalam blog ini. Selamat membaca~ 😀

***

Tokyo . . .

Kapan aku bisa mengunjungimu?

Menghirup udara segar di kotamu

Berjalan santai menyusuri tiap sudut kotamu

Akankah Impian ku tercapai?

Dengan keadaanku yang seperti ini?

Kututup buku catatanku malam itu, merenung sebentar atas impian yang baru saja ku tulis. Aku berpikir, begitu percaya dirinya seorang diriku ini bermimpi mencapai negara nan jauh di sana. Tokyo, kota ini memang sudah ku impikan semenjak kecil. kucoba menenangkan diriku sendiri. Berharap kesempatan tersebut datang dari sebuah keajaiban yang dianugerahkan Tuhan untuk diriku. Continue reading