Tema 17 #MelodiHijauOranye

Ohayou~

Gak terasa ya sekarang sudah tema terakhir lagi. Berarti kalau dihitung-hitung, sudah sebulan penuh kita menulis. Mimin harap, setelah proyek ini selesai kalian tetap menulis. Nah, untuk tema terakhir #MelodiHijauOranye adalah…

Fight

Berikut ini adalah terjemahan liriknya:

Semua mimpi yang berderet tidak akan selalu terjadi, tapi
bahkan kau harus tahu ini
Karena bahkan langit yang terlihat seperti akan pecah/patah
adalah sesuatu yang telah kuterima
Tidak apa-apa… Sebuah kebohongan seperti ini… Aku ingin tumbuh dewasa

Lakukan yang terbaik, lakukan yang terbaik
Tetapkan hidupmu agar tetap bersemangat (on fire)

Continue reading

Advertisements

[Tema 17] It’s Not A Goodbye

Sore itu aku berada dalam kereta api yang melaju kencang dari Ibukota menuju kota tempat orang tuaku tinggal. Perjalanan menuju kota tempat tinggal orang tuaku ini dapat ditempuh sekitar 3 jam dengan menggunakan salah satu kendaraan favoritku dalam berpergian ini. Tidak seperti sebelumnya, aku yang terbiasa menikmati suasana perjalanan darat seperti ini dengan santai, kala itu merasakan perjalanan terasa begitu lama dan membosankan. Aku yang berada hanya sendiri dikursi penumpang bernomer 17 ini, menyandarkan kepalaku sembari memandang bisu ke arah luar jendela.

Apa yang terlintas dalam benakku selalu sama. Pikiranku terusik dengan bayangan tentang seseorang. Seorang yang baru saja beberapa waktu lalu kutemui, namun harus berpisah lagi. Dia yang selalu mengisi hariku sejak pertama kami berkenalan, kini seakan mulai menjauh dari kehidupanku. Kenangan-kenangan indah disetiap kesempatan yang kami lalui bersama, menjadi kisah yang hanya menghiasi kehidupan kami sebelumnya. Entah apa yang membuat semua berubah. Dia yang dulu selalu ingin menceritakan pengalaman hidupnya sehari-hari kepadaku, kini seakan lebih membisu dari pada pepohonan yang kulihat jauh di ujung lain seberang jendela kereta. Continue reading

[Tema 17] Es Jeruk

Kuning bening, menyegarkan. Bercampur dengan balok-balok padat kecil yang menambah kesegaran. Asam, namun juga manis. Tersimpan dalam sebuah wadah kaca berbentuk tabung yang tak ada tutupnya. Ditambah dengan selang kecil pendek berbahan plastik untuk mengalirkan isi dari dalam wadah agar sampai ke mulut, kemudian tenggorokan.

Di depanku terdapat segelas es jeruk yang baru saja aku pesan. Siang ini tak terlalu terik, tenggorokan juga tak terlalu kering, namun aku ingin saja memesannya. Mengingatkan pada dua orang yang kusayang, ayah dan Dani. Mereka mempunyai hal yang sama, minuman favorit mereka adalah es jeruk. Tak hanya itu, kesederhanaan mereka sama.

Seperti es jeruk, mereka terasa asam dengan sifat kecuekan mereka padaku. Namun juga manis, karena mereka memberikan keceriaan tersendiri dalam hidupku. Menyegarkan pula, dengan gurauan mereka membuatku merasa fresh saat aku merasa lelah dan bosan dengan lingkungan sekitarku. Es jeruk, minuman yang tak terlihat elite bagi sebagian orang. Seperti itulah ayahku dan Dani, tak terlihat high class, sederhana saja. Namun itulah yang membuatku sayang dengan mereka. Continue reading

[Tema 17] From Me to You

Aku ingin bertemu denganmu
Hari ini, walau hujan menghalangiku
Aku ingin menunjukkan laguku
Aku ingin kau yang mendengarnya pertama kali

Meski jantungku berdegup kencang
Meski tanganku terus gemetar
Aku ingin kau mendengarnya
Aku ingin kau yang pertama kali tahu

Perasaan ini tak pernah pudar
Kau selalu ada apa pun keadaanku
Sekarang aku ingin menemuimu
Meski angin kencang menerbangkan payungku Continue reading

[Tema 17] Mutiara

Senyum manis masih terus mengembang dari bibirnya. Tangannya yang lentik dengan lincah memainkan sebuah piano kecil kesayangannya. Pancaran wajahnya seakan menunjukan bahwa ia bukanlah seorang yang mengidap penyakit kronis. Mutiara, perempuan yang sudah menjadi pacarku sejak dua tahun yang lalu itu divonis menderita AIDS beberapa bulan yang lalu.

“Besok kita ke dokter lagi yah,” ucapku menyela keasyikannya bermain piano.

Mutiara menggelengkan kepalanya.

“Ayolah, biar kamu cepat sembuh,” tambahku.

Ia menghentikan gerakan jarinya, “Ketika seseorang sakit maka ia memiliki dua kemungkinan, sembuh atau mati, tapi penyakitku tidak memiliki pilihan yang pertama” Continue reading

[Tema 17] Selamat Tinggal, Cinta

Aku memikirkannya sejak lama
Dan aku memilih
untuk menemuimu
Ingin ku perdengarkan lagu ini
Kepadamu
Nada-nada yang ku ciptakan ini
Hanya untuk seseorang
Untukmu

Selamat tinggal
Selamat tinggal untuk semua kebimbangan
di masa lalu
Aku telah berubah
Tak ingin terus termangu
Kelembutan itu
Mereka milikmu, kan?
Membuatku bahagia… Continue reading

Judul Lagu 17 #YUI17Melodies

Halo…

Benar-benar gak terasa. Tiba-tiba sekarang udah pengumuman tema ke-17 lagi. Mudah-mudahan walau proyek ini selesai, kalian jangan berhenti menulis ya. Teruslah menulis dan berkarya. Admin senang kok baca tulisan kalian 😀

Oh iya… untuk tema #YUI17Melodies hari terakhir ini adalah…

Goodbye Days

Yuk, kita baca terjemahan liriknya :

Aku sudah memutuskan untuk bertemu denganmu sekarang
Karena aku ingin kau mendengarkan lagu yang ada di sakuku
Perlahan ku naikkan volumenya, untuk memastikan semuanya pas

Oh good-bye days
Sekarang perasaanku berubah, bahkan masa lalu yang sudah begitu lama
Kau tidak keren tapi berada di sisiku dengan lembut
Lalalalala denganmu.. Continue reading